Kamis, 17 Januari 2013

Nasihat Orang Tua adalah Cahaya Kehidupan


Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: “Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak untuk menerima sikapku yang paling baik?”. Rasulullah berkata: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: ”lalu siapa lagi?” . Rasulullah menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: ”lalu siapa lagi?” , Rasulullah menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: ”lalu siapa lagi?” kemudian Rasulullah berkata: ”Bapakmu”. (HR. Bukhari Muslim)

Dan hadits lain  Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau berkata: “celakalah!, Celakalah!, Celakalah seseorang yang tidak mendapat ridha dari kedua orang tuanya di saat mereka telah renta, Salah satu dari mereka atau keduanya, dan tidak akan masuk ke dalam syurga”. (HR. Muslim)

Memang kadangkala semakin kita beranjak dewasa rasa ego untuk belajar mandiri kita semakin menjadi saja, sampai tak luput dari rasa sedikit jengkel karena katakanlah kita merasa sangat diatur akan nasihat-nasihatnya yang terusss menerus ada sampai terbesit kecil dihati kita  bahwa semuanya merasa tidak begitu berarti karena hal ketidak pas-an dengan apa yang sedang kita rasakan pada saat itu.

Sebenarnya itulah salah satu letak kesalahan kita, kita menganggap nasihat - nasihat itu adalah tidak pas, tidak penting bahkan kita merasa jengkel karena merasa diatur atur.

Satu saat nanti setelah kita menjadi seperti mereka, kita juga pasti tau.  
Sebenarnya banyak dari saya yang ingin diungkapkan, namun jauh dibatas mata memandang hanya ini yang bisa saya katakan, saya percaya bahwa anda yang mau membaca artikel yang kurang ini mampu dan lebih bisa menangkap apa yang dimaksud. dan rasa suka dari yang sedikit ini saya haturkan  karena "ia sungguh merasa ingin berterimakasih kepada Ayah dan Ibu-nya, yang telah memberikan semua kasih sayang tanpa batas, nasihat-nasihatnya yang hampir tak tertandingi. namun. ia tau sampai saat inipun ia selalu berasa bersalah karena belum pernah sedikitpun mampu memberikan sedikit kebahagiaan" ujarnya.

bahwa Nasihat orang tua adalah salah satu penerang jalan, yang menuntun langkah kita menuju apa-apa yang disebut itu adalah penuntun menuju jalan dengan cahayanya yang terang. jadi dengarkanlah mereka, dan bukan berkata ah...!! dan bukankah lebih celaka lagi jika ayah dan ibumu tak bisa mengucapkan nasihat lagi kepada kita. hanya satu pikirku "kita takkan pernah ada didunia ini".

PUISI
Menatap impian


Rawat sepatu kita kawan agar tak habis dimakan panasnya api jalanan,
Asah otak kita kawan agar tak tumpul dimakan kebodohan,
Sabarkan diri kita kawan dari kejamnya kenyataan yang kejam,
Tatap impian kita kawan jangan biarkan malas menyelimuti jiwa,
Mari bangkit!!!! Kepalkan Tangan!!!
Mari tatap impian yang indah, senyumilah diri dan orang disekitar kita......

Total Pageviews

Translate